<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Islamic News</title>
	<atom:link href="http://www.antosalafy.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.antosalafy.com</link>
	<description>Islamic Article, News, Download MP3, And Useful Info</description>
	<lastBuildDate>Sat, 31 Mar 2012 22:31:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Khutbah Jumat: Renungan dan Solusi Menghadapi Harga BBM Naik</title>
		<link>http://www.antosalafy.com/khutbah-jumat-renungan-dan-solusi-menghadapi-harga-bbm-naik/</link>
		<comments>http://www.antosalafy.com/khutbah-jumat-renungan-dan-solusi-menghadapi-harga-bbm-naik/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Mar 2012 22:31:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anto Salafy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.antosalafy.com/?p=317</guid>
		<description><![CDATA[Download Khutbah Jumat Ustadz Dzulqarnain: Renungan dan Solusi untuk Menghadapi Kenaikan Harga. Download di SINI Incoming search terms:khutbah jumat tentang bbm (6)khutbah jumat (6)khutbah jumat tentang kenaikan bbm (4)khutbah jumat kenaikan bbm (4)khutbah jumat bbm (3)khutbah menyikapi berita (2)khutbah shalat jumat ttg bbm (2)khutbah jumat tentang bbm naik (2)khutbah jumat kenaikan harga (2)khutbah tentang bbm [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Download Khutbah Jumat Ustadz Dzulqarnain: Renungan dan Solusi untuk Menghadapi Kenaikan Harga.</p>
<p style="text-align: left;"><a href="http://downloadandroidapk.org/2012/03/31/download-khutbah-of-friday-by-ustadz-dhul-qarnayn-reflections-and-solutions-for-dealing-with-bbm-price-rise/" target="_blank"><strong>Download di SINI</strong></a></p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>khutbah jumat tentang bbm (6)</li><li>khutbah jumat (6)</li><li>khutbah jumat tentang kenaikan bbm (4)</li><li>khutbah jumat kenaikan bbm (4)</li><li>khutbah jumat bbm (3)</li><li>khutbah menyikapi berita (2)</li><li>khutbah shalat jumat ttg bbm (2)</li><li>khutbah jumat tentang bbm naik (2)</li><li>khutbah jumat kenaikan harga (2)</li><li>khutbah tentang bbm (1)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.antosalafy.com/khutbah-jumat-renungan-dan-solusi-menghadapi-harga-bbm-naik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wasiat Imam Ahmad kepada Kaum Muslimin Atas Kedzaliman Penguasa</title>
		<link>http://www.antosalafy.com/wasiat-imam-ahmad-kepada-kaum-muslimin-atas-kedzaliman-penguasa/</link>
		<comments>http://www.antosalafy.com/wasiat-imam-ahmad-kepada-kaum-muslimin-atas-kedzaliman-penguasa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Mar 2012 03:51:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anto Salafy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islamic Article]]></category>
		<category><![CDATA[al makmun]]></category>
		<category><![CDATA[Alquran adalah kalamullah]]></category>
		<category><![CDATA[Alquran bukan makhluk]]></category>
		<category><![CDATA[artikel islam]]></category>
		<category><![CDATA[dzalim]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Imam Ahmad]]></category>
		<category><![CDATA[penguasa]]></category>
		<category><![CDATA[taat]]></category>
		<category><![CDATA[ustadz jafar umar thalib]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.antosalafy.com/?p=313</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Renungkanlah wahai kaum muslimin: &#8220;Ketika seorang muslim dihadapkan pada cobaan dan ujian dari Allah untuk menyeleksi siapa yang terbaik dari para hambanya, maka termasuk faktor yang sangat penting untuk meneguhkan hati adalah adanya nasihat dan wasiat dari orang-orang saleh. Nasihat atau wasiat saat itu akan menjadi suatu hal yang sangat bermanfaat yang bisa memantapkan langkahnya.&#8221; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><em>&#8220;</em>Renungkanlah wahai kaum muslimin:<em> &#8220;Ketika seorang muslim dihadapkan pada cobaan dan ujian dari Allah untuk menyeleksi siapa yang terbaik dari para hambanya, maka termasuk faktor yang sangat penting untuk meneguhkan hati adalah adanya nasihat dan wasiat dari orang-orang saleh. Nasihat atau wasiat saat itu akan menjadi suatu hal yang sangat bermanfaat yang bisa memantapkan langkahnya.&#8221;</em></p></blockquote>
<p>Di masa Khalifah Al-Makmun, kaum muslimin diuji dengan pemikiran Mutazilah. Mereka dipaksa untuk mengatakan bahwa <a href="http://www.antosalafy.com/wasiat-imam-ahmad/"><strong>Alquran adalah makhluk</strong></a>. Siapa saja di antara tokoh masyarakat yang tidak mau mengatakan bahwa <strong>Alquran adalah makhluk</strong> maka dia dibunuh atau dipenjara. Saleh, putra Imam Ahmad, mengatakan, Semua ulama mengakui bahwa Alquran adalah makhluk kecuali empat orang: bapakku, Muhammad bin Nuh, Al-Qawariry, dan Al-Hasan bin Hammad. Akhirnya, Al-Qawariry dan Al-Hasan bin Hammad bersedia mengakui bahwa Alquran adalah makhluk. Tinggallah bapakku dan Muhammad bin Nuh di penjara selama beberapa hari. (Siyar A&#8217;lam An-Nubala&#8217;, hlm. 238)</p>
<p>Kita mengetahui bahwa <a href="http://www.antosalafy.com/wasiat-imam-ahmad/"><strong>Alquran adalah kalamullah</strong></a> dan bukan makhluk. Barang siapa yang mengatakan bahwa Alquran adalah makhluk, maka ia telah mengucapkan kalimat kekufuran, dan berarti ia telah kafir. Akan tetapi ingatkah kalian, ketika Imam Ahmad rahimahullah mendapat cobaan yang begitu berat, yaitu saat dipaksa oleh penguasa Al-Makmun untuk mengatakan bahwa Alquran adalah makhluk. Padahal, apabila Imam Ahmad tidak mengatakannya, Al-Makmun akan membunuhnya. Pada saat itu nasihat dan wasiat dari orang-orang salehlah yang dapat meneguhkan hati Imam Ahmad untuk tetap teguh memegangi kebenaran. Berikut ini kisah bagaimana Imam Ahmad mendapat ujian tersebut, yang ketika itu datang orang-orang yang ikhlas memberikan nasihatnya hinnga akhirnya dapat melewati ujian tersebut dengan selamat.</p>
<p><a href="http://www.antosalafy.com/wp-content/uploads/2012/03/Demo.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-314" title="Demo" src="http://www.antosalafy.com/wp-content/uploads/2012/03/Demo-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a><br />
<span id="more-313"></span><br />
Beliau telah digiring kepada Al-Makmun dalam keadaan diikat dan dirantai, bahkan sebelumnya telah diancam dengan peringatan yang sangat keras. Sampai ada seorang pembantu yang berkata kepada Imam Ahmad, &#8220;Berat bagiku wahai Abu Abdillah, sesungguhnya Al-Makmun telah menghunuskan pedang, padahal sebelumnya ia belum pernah melakukannya. Dan dia bersumpah akan kedekatan kerabatnya dengan Rasulullah saw. bahwa jika Anda tidak mengatakan bahwa Alquran adalah makhluk, dia akan membunuh Anda dengan pedang tersebut.&#8221; (Al-Bidayah wan-Nihayah 1/332).</p>
<p>Para ulama dan kaum cerdik pandai yang memiliki ketajaman nurani segera menyempatkan waktu untuk menemui imam mereka dan mengucapkan kata-kata yang bisa meneguhkan hati.</p>
<p>Dalam kitab As-Sair karangan Adz-Dzahabi disebutkan bahwa Abu Ja&#8217;far al-Anbari berkata, &#8220;Ketika Imam Ahmad dibawa menuju Al-Makmun, saya diberitahu, kemudian saya menyeberangi Sungai Furat sedangkan beliau tinggal di sebuah penginapan. Lalu ucapkan salam kepadanya, dan beliau berkata, &#8216;Wahai Abu Ja&#8217;far, saya sedang menderita.&#8217; Maka saya katakana, &#8216;Begini, Anda sekarang adalah pemimpin, dan manusia meneladani Anda. Jika Anda katakan bahwa Alquran adalah makhluk, mereka pasti akan mengatakan hal yang sama. Dan jika Anda tidak mengatakannya, maka begitu juga kebanyakan orang. Dan jika orang itu (Al-makmun) tidak membunuh Anda, maka Anda akan mati juga karena kematian adalah sebuah kemestian. Maka, takutlah kepada Allah dan jangan Anda jawab.&#8221;</p>
<p>Hal itu membuat Imam Ahmad menangis dan berkata, &#8220;Masya Allah. Wahai Abu Ja&#8217;far, ulangilah!&#8221; Kemudian saya ulangi dan beliau berkata, &#8220;Masya Allah.&#8221;</p>
<p>Di dalam kitab Al-Bidayah wan-Nihayah disebutkan bahwa seorang Arab Badui berkata kepada Imam Ahmad, &#8220;Begini, wahai Imam Ahmad. Sesungguhnya Anda adalah utusan manusia, maka janganlah Anda mendatangkan kesialan bagi mereka. saat ini Anda adalah pemimpin manusia, maka janganlah Anda menjawab dengan jawaban yang mereka dakwakan (tuduhkan), karena manusia akan mengikuti Anda. Dan Anda akan memikul dosa-dosa mereka di hari kiamat. Tetapi, jika Anda mencintai Allah, maka bersabarlah, karena sesungguhnya jarak antara Anda dan surga adalah jika Anda terbunuh.&#8221;</p>
<p>Imam Ahmad berkata, &#8220;Perkataan orang itu termasuk hal yang memperkuat pendirian saya untuk tidak memenuhi apa yang mereka (Al-Makmun dkk.) inginkan.&#8221;</p>
<p>Dalam sebuah riwayat diterangkan bahwa Imam Ahmad berkata, &#8220;Sejak saya mengalami masalah ini, saya belum pernah mendengar satu perkataan yang lebih kuat daripada ucapan seorang Arab Badui yang berkata kepada saya, &#8216;Wahai Imam Ahmad, jika yang membunuh Anda adalah kebenaran, maka Anda mati syahid. Dan jika Anda hidup, Anda hidup mulia.&#8217; Mata kuatlah hati saya.&#8221;</p>
<p>Demikianlah kisah tentang Imam Ahmad yang mendapat ujian yang besar, dan mampu untuk tetap teguh berdiri di atas jalan kebenaran.</p>
<p>Imam Ahmad selalu tegar untuk mempertahankan akidah ahlus sunnah wal jamaah, bahwa Alquran adalah firman Allah dan bukan makhluk. Setelah Al-Mutawakkil menjadi khalifah, Imam Ahmad dimuliakan oleh kerajaan. Sampai-sampai, tidak ada seorang pun hakim dan pejabat negara yang akan diangkat, kecuali telah dikonsultasikan terlebih dahulu kepada Imam Ahmad.</p>
<p>Berkata Al Imam Al Hasan Al Bashri Rahimahullah Taala:<br />
                     </p>
<p>Demi Allah, tidaklah tegak agama kecuali dengan penguasa, walaupun mereka berbuat kedzaliman, demi Allah apa yang mereka perbaiki lebih banyak daripada kerusakan mereka.</p>
<p>Berkata Ibnu Rojab Al Hambali Rahimahullah Taala : Mendengar dan taat kepada yang mengatur urusan kaum muslimin, padanya terdapat kebahagiaan dunia, dan dengannya akan teratur kemaslahatan para hamba dalam mata pencaharian mereka, dan dengan sikap tersebut akan membantu mereka untuk menegakkan agamanya dan taat kepada robb-nya.</p>
<p>Dan keluar dari ketaatan kepada penguasa dan memberontak kepadanya dengan perang atau yang lainnya adalah merupakan kemaksiatan dan penympangan dari jalan Allah dan Rasul-Nya, dan menyelisihi keyakinan ahlus sunnah wal jamaah dan as-salafus sholeh.</p>
<p>Manusia adalah makhluk yang cenderung bersifat tergesa-gesa. Padahal, kita tidak boleh mengambil sikap dalam setiap permasalahan dengan tergesa-gesa.</p>
<p>Segala keadaan yang dialami oleh manusia sebenarnya adalah merupakan cobaan dari Allah, sebagaimana difirmankan oleh Allah yang artinya, &#8220;Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.&#8221; (Al-Mulk: 6).</p>
<p>Dalam menghadapi cobaan tersebut, dan dalam menentukan sikap pada suatu permasalahan, manusia tidak boleh gegabah. Tetapi, dia harus mempertimbangkannya matang-matang. Jika dia dihadapkan pada permasalahan yang berat, dan menyulitkannya, pada saat itulah dia membutuhkan bimbingan, pertimbangan-pertimbangan, petuah-petuah, dan nasihat agar dia tidak salah langkah dalam mengambil keputusan, yang apabila seseorang salah dalam mengambil sikap, terkadang hal itu bisa berakibat fatal, sebagaimana kisah yang terjadi pada Imam Ahmad di atas. Jika beliau salah mengambil keputusan, tentu hal tersebut akan berakibat sangat fatal.</p>
<p>Sekarang jelaslah bagi kita akan pentingnya nasihat dan wasiat dari orang saleh untuk menjaga keteguhan iman dan akidah kita.</p>
<p>Oleh sebab itu, wahai kaum muslimin yang mulia, hendaklah kalian antusias dalam mendapatkan wasiat dan nasehat dari orang-orang saleh. Mintalah hal itu dalam segala keadaan jika diperlukan: jika Anda hendak bepergian dan khawatir akan kemungkinan yang terjadi, jika Anda mendapat ujian, dan mintalah juga nasihat itu walaupun dalam keadaan bahagia, lapang, dan mendapat kenikmatan hidup. Sehingga, hal itu akan mampu meneguhkan jiwa untuk tetap berdiri tegak di atas jalan kebenaran. Hanya Allahlah penolong bagi kaum mukminin.</p>
<p><strong>Biodata Imam Ahmad rahimahullah:</strong></p>
<p><strong>Imam Ahmad bin Hanbal (164241 H)</strong></p>
<p>Nama lengkap beliau adalah Ahmad bin Muhammad bin Hanbal bin Hilal bin Asad Asy-Syaibani. Kun-yah beliau adalah Abu Abdillah, karena salah satu anak laki-laki beliau bernama Abdullah. Beliau berasal dari Bani Dzuhli bin Syaiban, suatu keturunan yang menisbahkan dirinya kepada Kabilah Bakr bin Wail. Beliau dilahirkan di Baghdad pada tahun 164 H. Di usia kecilnya, beliau menjalani hari-hari dalam keadaan yatim karena bapak beliau telah meninggal di usia muda, ketika beliau masih kecil. Bapak beliau termasuk salah satu aktivis di dunia dakwah. Dengan penuh kesabaran, ibunya mendidik beliau dan mengarahkan beliau untuk senantiasa menuntut ilmu agama. Peran ibunya telah mengantarkan beliau pada kedudukan yang tinggi disebabkan ilmu. (Tarikh Tasyri` Al-Islami, Master Text Book of Mediu, hlm. 181)</p>
<p><strong>Guru dan murid Imam Ahmad</strong></p>
<p>Beliau mendapatkan hadis dari Imam Asy-Syafi`i, Husyaim, Ibrahim bin Sa`ad, Sufyan bin Uyainah, Abbad bin Abbad, Yahya bin Abi Zaidah, dan masih banyak ulama lainnya yang sezaman dengan mereka. Untuk guru beliau yang dicantumkan dalam kitab Al-Musnad saja, jumlahnya, lebih dari 280 orang. Sementara, murid senior beliau, antara lain: Bukhari, Muslim, Abu Daud, Abu Zur`ah, Mathin, Abdullah bin Ahmad bin Hanbal, Abul Qasim Al-Baghawi, dan masih banyak lagi.</p>
<p><strong>Pujian untuk Imam Ahmad bin Hanbal</strong></p>
<p>Jika kita mengumpulkan pujian ulama untuk Imam Ahmad maka pujian-pujian itu bisa dijadikan sebagai satu buku tersendiri. Saking banyaknya keutamaan dan keistimewaan Imam Ahmad, sampai-sampai Imam Adz-Dzahabi membawakan biografi beliau dalam kitabnya, Siyar A`lam An-Nubala, dari halaman 177 sampai halaman 358. Selain itu, banyak ulama telah menulis biografi Imam Ahmad dalam buku tersendiri, seperti: Imam Al-Baihaqi dan Ibnul Jauzi menulis biografi beliau dalam satu jilid tebal buku khusus, sementara Syaikhul Islam Al-Anshari menulis biografi beliau dalam buku yang berjilid agak tipis.</p>
<p>Ini menunjukkan keutamaan beliau dan ketinggian kedudukan beliau. Berikut beberapa pujian ulama terhadap beliau:</p>
<ol>
<li>Dari Abdillah, bahwa beliau mendengar Abu Zur`ah mengatakan, Bapakmu (Ahmad) menghafal satu juta hadis.</li>
<li>Dari Hanbal, bahwa beliau mendengar Imam Ahmad mengatakan, Saya menghafal segala hal yang saya dengar dari guruku, Husyaim, di masa hidupnya.</li>
<li>Ibrahim Al-Harbi mengatakan, Saya melihat Imam Ahmad. Allah telah mengumpulkanpada diri beliauilmu orang terdahulu dan ilmu orang sekarang.</li>
<li>Imam Asy-Syafi`i mengatakan, Ketika saya meninggalkan Baghdad, tidaklah saya tinggalkan seseorang yang lebih mulia, lebih berilmu, dan lebih fakih melebihi Ahmad bin Hanbal.</li>
<li>Ali Al-Madini mengatakan, Sesungguhnya, Allah menguatkan agama ini dengan Abu Bakr Ash-Shidiq di hari riddah (orang murtad) dan Allah kuatkan agama ini dengan Ahmad bin Hanbal di hari mihnah (paksaan untuk mengatakan bahwa Alquran adalah makhluk).</li>
<li>Abu Ubaid mengatakan, Puncak ilmu ada pada empat orang; yang paling berilmu adalah Ahmad.</li>
<li>Ibnu Ma`in mengatakan, Mereka menginginkan agar saya menjadi seperti Ahmad bin Hanbal. Demi Allah, saya tidak akan pernah menjadi seperti dia, selamanya!</li>
<li>Abu Hammam As-Sukuni mengatakan, Imam Ahmad belum pernah melihat orang seperti beliau.</li>
<li>Abu Tsaur mengatakan, Ahmad lebih berilmu daripada Sufyan Ats-Tsauri. (Tadzkirah Al-Huffazh, no. urut 438)</li>
</ol>
<h3>Karya Imam Ahmad</h3>
<p>Imam Ahmad memiliki karya tulis yang banyak. Di antara karya beliau:</p>
<ol>
<li>Al-Musnad. Dalam kitab ini, beliau mengumpulkan hadis-hadis berdasarkan urutan nama perawi dari sahabat. Kitab ini memuat 30.000 hadis.</li>
<li>Risalah Shalat. Kitab kecil ini ditulis oleh beliau sebagai bagian dari nasihat beliau terhadap kesalahan-kesalahan ketika salat berjemaah yang dilakukan di masjid dekat tempat tinggal beliau.</li>
<li>Al-Masail. Kitab ini merupakan kumpulan fatwa-fatwa Imam Ahmad yang ditanyakan oleh putra dan murid-murid beliau. Karena itu, kitab Al-Masail banyak sekali, sesuai dengan nama penanyanya. Misalnya: Masail Abdullah, memuat tanya-jawab antara Imam Ahmad dengan putranya, Abdullah; Masail Abu Daud, memuat tanya-jawab antara Abu Daud dengan Imam Ahmad.</li>
<li>Al-Asyribah. Buku ini memuat penjelasan beliau tentang khamar dan batasan-batasan minuman yang diharamkan.</li>
<li>Fadhail Ash-Shahabah. Buku ini menyebutkan dalil-dalil tentang keutamaan sahabat. Pada hakikatnya, buku ini merupakan bantahan untuk kaum Rafidhah yang mengafirkan para sahabat.</li>
</ol>
<h3>Imam Ahmad wafat</h3>
<p>Beliau meninggal di hari Jumat, tanggal 12 Rabi`ul Awwal, tahun 241 H, di usia beliau yang ke-77 tahun. Ketika beliau meninggal, banyak orang yang menyalati jenazah beliau. Diceritakan oleh Adz-Dzahabi dari Bunan bin Ahmad Al-Qashbani bahwa beliau menghadiri salat jenazah untuk Imam Ahmad, sementara yang ikut menyalati jenazah Imam Ahmad adalah sekitar 800.000 orang dari kalangan lelaki dan sekitar 60.000 orang dari kalangan wanita. Dalam riwayat yang lain dari Abu Zur`ah, beliau mendapat kabar bahwa Khalifah Al-Mutawakil memerintahkan seseorang untuk menghitung jejak kaki manusia yang menyalati jenazah Imam Ahmad. Dikabarkan bahwa dari jumlah telapak kaki tersebut diketahui bahwa ada lebih dari 2.500.000 orang yang menyalati jenazah Imam Ahmad. Semoga Allah merahmati Imam Ahmad bin Hanbal. (Siyar A`lam An-Nubala, hlm. 339340)</p>
<p><strong>Referensi:</strong><br />
- Adz-Dzahabi, Siyar A`lam An-Nubala, volume 11, Muassasah Ar-Risalah, 1405 H.<br />
- Adz-Dzahabi, Tadzkirah Al-Huffazh, Al-Maktabah Asy-Syamilah.<br />
- Tarikh Tasyri` Al-Islami, Master Text Book of Mediu</p>
<p>Dinukil dari berbagai sumber.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>kisah imam ahmad bin hanbal (5)</li><li>al quran adalah kalamullah (3)</li><li>kisah imam ahmad (3)</li><li>wwww ustadt askari (2)</li><li>kajian islam ustadz jafar umar thalib (2)</li><li>islam artikel (2)</li><li>makalah imam ahmad (1)</li><li>makalah khalifah islam (1)</li><li>makalah tabayun (1)</li><li>makalah tentang kalamullah (1)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.antosalafy.com/wasiat-imam-ahmad-kepada-kaum-muslimin-atas-kedzaliman-penguasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

